Lazimnya pameran buku internasional, Indonesia International Book Fair (2018) juga rutin memfasilitasi para penerbit dalam transaksi hak cipta buku atau terjemahan buku dari satu negara untuk diterbitkan di negara lain. Program ini bernama Indonesia Rights Fair atau IRF.

IRF merupakan pameran hak cipta atau ajang untuk transaksi hak cipta antar-penerbit lintas negara. Di sini, para penerbit, literary agent dan pemilik hak cipta dapat mempromosikan dan memamerkan buku-buku unggulan mereka untuk ditawarkan hak cipta terjemahannya kepada penerbit lain.

Tahun ini, IRF diadakan selama tiga hari, dari tanggal 12 sampai 14 September 2018. Para peserta IRF didorong untuk membuat janji temu dengan prospek di meja yang sudah disewa. IRF 2018 diikuti oleh 17 penerbit dari dalam dan luar negeri, terdiri atas 10 penerbit dari Indonesia dan tujuh penerbit luar negeri.

Dari Indonesia, ada Gramedia, Borobudur Agency, Kanisius, PRCI, Penerbit Andi, Zikrul, Mizan, Imaji, Falcon dan Yayasan Trisda Literature. Sedangkan tujuh penerbit dari luar negeri adalah Digital Catapult dan Sekaibunka Publishing Inc. (Jepang), BEQ Plus and Punica Publishing (Thailand), Publishing House Al-Halabi (Marokko), Kota Buku dan PT Fajar Ulung (Malaysia), dan Carrot Agency (Korea).

Di sela-sela pelaksanaan IRF, digelar dua kegiatan istimewa untuk pelaku industri perbukuan, yaitu Publishing Insights dan Business Matchmaking yang diikuti oleh para penerbit dari 17 negara yang berpartisipasi dalam IIBF 2018.

Business Matchmaking diadakan untuk mempertajam transaksi hak cipta yang berlangsung di IRF. Kedua acara tersebut diadakan pada hari Rabu (13/9), diawali dengan bincang-bincang Publishing Insights di pagi hari, dan dilanjutkan dengan Business Matchmaking mulai jam 12 siang.

View this post on Instagram

Di sela-sela pelaksanaan Indonesia Rights Fair (IRF) atau pameran hak cipta buku, #IIBF2018 menggelar dua kegiatan istimewa untuk pelaku industri perbukuan, yaitu Publishing Insights dan Business Matchmaking yang diikuti oleh para penerbit dari 17 negara yang berpartisipasi dalam IIBF 2018. Business Matchmaking (BM) diadakan untuk mempertajam transaksi hak cipta yang berlangsung di IRF. Kedua acara tersebut diadakan pada hari Rabu (13/9), diawali dengan bincang-bincang Publishing Insights di pagi hari, dilanjutkan dengan Business Matchmaking mulai jam 12 siang. Publishing Insights akan mengangkat tema seputar tren terkini industri perbukuan, konten dan lisensi, potensi kerjasama, dan peluang pasar global bagi para penerbit. Sesi ini menghadirkan banyak pakar, antara lain Rosidayati Rozalina (Ketua Umum Ikatan Penerbit Indonesia), Jacks Thomas (Direktur Londok Book Fair, Inggris), Sylvia Schuster (Carlsen Verlag, Jerman), Beste Bal (Co-Director Yatedam, Turki), Arthorn Techatada (Direktur Elite Creative, Thailand), Selina Lee (Vice President for Asia, Scholastics, Amerika Serikat), dan Laura Prinsloo (Chairperson of the National Book Committee). Sedangkan (BM) yang diadakan setelahnya merupakan forum yang dirancang agar para penerbit dan literary agent, baik dari Indonesia maupun mancanegara, saling bertemu dan membangun jaringan kerja sama, terutama dalam proses jual-beli hak cipta terjemahan. #book #books #publisher #rights #publishing #bookpublishing

A post shared by IIBF 2018 (@indonesiainternationalbookfair) on

Publishing Insights akan mengangkat tema seputar tren terkini industri perbukuan, konten dan lisensi, potensi kerjasama, dan peluang pasar global bagi para penerbit. Sesi ini menghadirkan banyak pakar, antara lain Rosidayati Rozalina (Ketua Umum Ikatan Penerbit Indonesia), Jacks Thomas (Direktur Londok Book Fair, Inggris), Sylvia Schuster (Carlsen Verlag, Jerman), Beste Bal (Co-Director Yatedam, Turki), Arthorn Techatada (Direktur Elite Creative, Thailand), Selina Lee (Vice President for Asia, Scholastics, Amerika Serikat), dan Laura Prinsloo (Chairperson of the National Book Committee).

Sedangkan Business Matchmaking (BM) yang diadakan setelahnya merupakan forum yang dirancang agar para penerbit dan literary agent, baik dari Indonesia maupun mancanegara, saling bertemu dan membangun jaringan kerja sama, terutama dalam proses jual-beli hak cipta terjemahan.

“Acara ini akan berlangsung selama dua jam, dan dipandu langsung oleh Claudia Kaiser, Vice President Frankfurt Book Fair Management,” jelas Thomas Nung Atasana, penanggungjawab kegiatan IRF dan BM.

Share This