Indonesia melalui Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) tahun ini berkesempatan menjadi Tamu Negara dalam pameran buku terbesar negeri jiran, Kuala Lumpur International Book Fair 2018 (KLIBF). Bukan hanya sekedar ajang promosi diri Ikapi tapi lebih dari itu kehadiran penerbit Indonesia diharapkan dapat membuka peluang baru bagi industri penerbitan dalam negeri untuk semakin berjaya di luar negara.

Sebelumnya berikut adalah fakta singkat tentang apa itu Kuala Lumpur International Book Fair 2018?

KLIBF diselenggarakan pertama kali pada 1981 dan sejak itu diadakan secara rutin setiap tahun sampai sekarang. Para pecinta buku, yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum yang membutuhkan  buku pelajaran, buku anak, referensi, dan beragam jenis buku lainnya yang dipamerkan pada stan-stan penerbit Malaysia maupun penerbit mancanegara, dengan antusias menyambut acara besar ini. Dari  tahun 2013 hingga 2017, tercatat lebih dari dua juta pecinta buku per tahun mengunjungi KLIBF.

Selain pameran buku, KLIBF juga menggelar berbagai aktivitas, seperti storytelling, workshop ilustrator, perlombaan comic strip, diskusi buku, dan meet and greet penulis, yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan berbagai komunitas dari semua lapisan masyarakat. Masih berkaitan dengan KLIBF 2018, pemerintah Malaysia juga menyelenggarakan acara yang lebih spesifik, yaitu Malaysian Digital Content & Lifestyle pada 27-29 April 2018 dan Konvensyen Penulisan pada 5 Mei 2018.

Seiring dengan pergeseran industri buku, dalam ajang pameran kali ini KLIBF mengubah haluan dari yang semula mempromosikan pameran buku menjadi mempromosikan konten beserta aktivitas-aktivitas di dalamnya. Melalui perubahan ini penyelenggara berharap KLIBF dapat menarik minat lebih banyak warga masyarakat Malaysia maupun dunia dari berbagai usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan profesi untuk mengunjungi dan terlibat dalam pameran internasional tersebut.

Share This