Menjadi Tamu Kehormatan (Guest of Honor) di Frankfurt Book Fair tahun 2015 adalah salah satu tonggak sejarah dalam perjalanan go-international industri perbukuan dan diplomasi budaya Indonesia. Sejak saat itu, perhatian dunia terhadap buku dan karya-karya kreatif Indonesia semakin meningkat.
Kami memandang, Indonesia perlu merespon momentum ini dengan sigap dan tepat. Salah satunya adalah dengan menjadi negara tamu di pameran buku internasional yang potensial menyerap buku dan karya-karya kreatif Indonesia. Demikianlah maka pada tahun 2018 ini, Indonesia akan menjadi Negara Tamu di Kuala Lumpur International Book Fair (KLIBF). Tujuannya: meningkatkan posisi perbukuan dan karya kreatif Indonesia di kancah dunia dan menjadi yang terdepan di Asia Tenggara.
Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) akan mengkoordinir kehadiran Indonesia sebagai negara tamu di KLIBF. Didukung oleh pemerintah, IKAPI juga melibatkan institusi dan individu-individu pegiat literasi dan produk kreatif lainnya untuk terlibat dalam proyek ini.
Sampai saat ini, Malaysia merupakan pasar internasional terbesar untuk buku-buku Indonesia, baik hak cipta maupun buku fisik. Penjualan copyrights buku Indonesia ke penerbit Malaysia bahkan sudah terjadi sejak tahun 1980-an. Pembaca buku berbahasa Indonesia di Malaysia juga berkembang dengan baik. Distributor dan reseller yang menjual buku-buku Indonesia bermunculan dan penulis Indonesia populer di Malaysia. Malaysia juga merupakan negara yang rutin ikut serta di Indonesia International Bok Fair (IIBF) dan menjadi Tamu Kehormatan di IIBF 2016. Dengan semua latar belakang itu, proyek Negara Tamu di Malaysia menjadi penting untuk mengukuhkan hubungan yang sudah terjalin selama ini agar menjadi lebih kuat dan lebih sibuk di masa yang akan datang.
KLIBF akan diselenggarakan di Putra World Trade Center tanggal 27 April-6 Mei 2018. Di KLIBF juga akan diselenggarakan Kuala Lumpur Trade and Copyrights Center (KLTCC), Konferensi Penulis dan Malaysia’s Digital Lifestyle Exhibition. KLIBF juga merupakan hub bagi penerbit dan distributor buku-buku asing, terutama penerbit dan buku perguruan tinggi. Maka, kehadiran Indonesia di KLIBF tidak hanya menyasar pasar Malaysia tapi juga pasar dunia.
Sebagai Negara Tamu KLIBF, Indonesia akan menempati paviliun (stan) seluas 180 meter persegi dan mendapat fasilitas penggunaan panggung utama KLIBF untuk mempromosikan produk dan seni budaya. Produk yang akan ditampilkan adalah buku, animasi, boardgames, film, dan produk kreatif lainnya. Program yang akan diselenggarakan antara lain penjualan hak cipta dan produk secara fisik, business matchmaking, peluncuran dan promosi produk, meet and greet bersama penulis dan pencipta, serta penampilan seni budaya.
Berkaitan dengan itu, kami mengajak penerbit, produsen produk kreatif terkait (animasi, karakter, film, digital, boardgames, dll), dan content creator (penulis, illustrator, animator, boardgamers, dll.) untuk berpartisipasi dan menikmati manfaat maksimum dari event penting ini. Informasi mengenai program Negara Tamu KLIBF kami lampirkan bersama surat ini. Informasi lebih lanjut bisa menghubungi Melvi (0813 11058958) atau Dian Andiani (0812 86494677).

Unduh formulir di sini.

Share This