Menyandang nama internasional mungkin sebagian orang belum akan terlalu karib jika bertandang ke pameran Indonesia International Book Fair (IIBF), baru tahun ke-4 IIBF terus hadir dari tahun ke tahun. Padahal, jika menarik sejarah Indonesia Book Fair (IBF) sudah hadir lebih dari 30 tahun lalu, jika sebagian orang limbung menarik benang merah IIBF dengan IBF lain dengan Yosef Regie.

Pengusaha distributor buku impor mengenang bagaimana sejak berusia tujuh sang Ibu acap kali mengajaknya berkunjung ke Pameran Indonesia Book Fair (IBF). Semasa kecil IBF adalah pameran buku yang dirindukan dan jadi jadwal kunjungan wisata buku wajib tiap tahunnya. Buku dan IBF adalah paduan sempurna yang membekas dihati hingga kini mengantarkannya menjadi salah satu distributor buku impor besar, UNIBOOKS.

UNIBOOKS kini hadir di lobby depan IIBF menyapa langsung para pengunjung dengan ribuan judul buku dari berbagai negara untuk para pecinta kisah. Menyasar para pembaca mulai dari kalangan profesional, teknokrat, mahasiswa, orang tua, dan anak. Literasi datang dan hidup dari mana saja, walau tingkat literasi Indonesia masih jauh dari kata layak tapi pasokan buku terbaik karya sastrawan besar dunia wajib hadir, menjadi bahan referensi, dan acuan standar literasi dalam negeri, selain memang dukungan keluarga yang membuat Yosef mantap menjalani bisnis buku bukan yang lain.

Bagi Yosef apakah IBF atau IIBF yang pasti Indonesia telah memiliki pameran buku skala internasional yang layak menjadi lokasi wisata keluarga edukatif, dan yang paling penting menyumbang api semangat untuk para pelaku yang berada pada ekosistem perbukuan dari hulu hingga hilir, bahwa membuat buku, mendistribusikan buku dan membuat event buku adalah pekerjaan mulia yang melampaui waktu dan kebahagiaan tersendiri ketika masyarakat semakin gila baca  dan menjadikan buku gaya hidupnya.

Tanpa sadar bahwa Yosef saat ini adalah bagian dari peserta IBF yang selalu ia ikut memeriahkannya dan sebagai bagian yang mewajibkan seluruh karyawanya untuk ikut menikmati suasana IBF dari awal hingga akhir. Baginya event buku yang berkelas ini adalah ajang ketemu para pembaca dan konsumen atas buku buku nya yang telah ia distribusikan. Saatnya ia menyapa dan dapat masukan dari mereka pembaca mulai dari kalangan profesional, teknokrat, masyarakat biasa, maupun mahasiswa. Singkatnya IBF yang saat ini berubah menjadi IIBF (Indonesia Internasional Book Fair) yang ia selalu rindukan akan kembali hadir dan ikut memberikan pilihan buku-buku terbaiknya bagi para pembaca.

Share This